23 September 2019 08:47:06 WIB

Pencanangan GeMa CerMat oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat

Pencanangan GeMa CerMat oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat

Dalam rangka mensosialisasikan kegiatan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dan Dinkes Kab Solok melaksanakan Sosialisasi kepada Masyarakat, Pelajar, Kelompok PKK dan Kelompok Masyarakat terkait di Hotel Femina tanggal 16 s/d 17 September 2019 .Kegiatan tersebut dibuka Langsung Oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi, SKM,MKM dan didampingi oleh Kepala Dinkes kab Solok . Berdasarkan SK Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.02/MENKES/427/2015 GeMa Cermat merupakan Upaya bersama pemerintah dan masyarakat melalui rangkaian kegiatan dalam rangka mewujudkan kepedulian, kesadaran, pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan obat secara tepat dan benar. 

GeMa Cermat bertujuan :

  • Meningkatnya pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan obat secara benar
  • Meningkatnya kemandirian dan perubahan perilaku masyarakat dalam penggunaan obat secara benar
  • Meningkatnya penggunaan obat rasional

 

Masalah Penggunaan Obat di Masyarakat

  • Kurang pengetahuan dan informasi ttng obat resep dokter 
  • Kepatuhan pasien rendah (durasi,dosis) --> efek pengobatan tidak optimal
  • Mispersepsi tentang obat generik --> obat murah dan tidak manjur
  • Pembelian antibiotik secara bebas tanpa resep dokter --> memicu resistensi bakteri
  • Penggunaan obat bebas (OTC) --> tanpa pengetahuan dan informasi memadai sehingga dapat menyebabkan masalah kesehatan baru, misalnya dosis berlebihan, durasi tidak tepat, kejadian efek samping, interaksi obat/penyalahgunaan obat, dll

SWAMEDIKASI (Self Medication)

SWAMEDIKASI merupakan upaya yang dilakukan oleh individu yang bertujuan untuk mengobati segala keluhan pada diri sendiri dengan obat-obatan yang dapat dibeli bebas di apotek atas inisiatif sendiri tanpa nasehat dokter. sebagian masyarakat adalah melakukan pengobatan mandiri, tanpa melalui dokter ketika sedang sakit. Biasanya swamedikasi dilakukan untuk mengatasi gangguan kesehatan ringan. Swamedikasi saat ini yang terjadi dimasyarakat : 

  • Upaya yang paling banyak dilakukan oleh masyarakat untuk mengatasi keluhan 
  • Lebih dari 60 % masyarakat melakukan swamedikasi
  • Lebih dari 80 % mengandalkan obat modern
  • Masyarakat mutlak memerlukan informasi yang jelas dan dapat dipercaya

Peningkatan kesadaran, pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang : penggunaan obat secara benar, termasuk cara memilih, memperoleh, menyimpan dan membuang obat secara benar di rumah tangga --> perilaku

Termasuk obat bebas (OTC) dalam swamedikasi dan obat keras (ethical) yang diperoleh melalui resep dokter

Prinsip BENAR --> sesuai Tenaga Farmasi (Apoteker, Tenaga Teknis Kefarmasian) dan referensi yang tepat dan akurat, bukti ilmiah terkini, termasuk informasi pada kemasan obat.  

Share Berita :