1,5 juta Anak di Sumbar Perlu Immunisasi Campak dan Rubella

PADANG (Minangsatu) - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Dr Merry Yuliesday, MARS mengatakan, sekitar 1,5 juta anak usia 9 bulan sampai 15 tahun (tingkat SMP) ditargetkan terjangkau oleh Immunisasi Massal Campak - Rubella

Dalam keterangan pers di hadapan para wartawan cetak, elektronik dan online, Rabu (11/7/2018) di Sekretariat PWI Sumbar, Merry, menjelaskan, penyakit campak dan rubella berbahaya bagi masa depan anak. "Karena itu, program immunisasi massal ini menjadi sangat penting bagi anak-anak di Sumbar," jelasnya.

Dijelaskan, penyakit campak  menimbulkan radang paru, radang otak, kebutaan, diareh dan gizi buruk, sedangkan rubella menyebabkan kelainan jantung, kelainan mata (katarak kongenital), tuli, keterlambatan perkembangan anak dan kerusakan jaringan otak. "Itu semua membutuhkan biaya besar untuk pengobatannya," ujar Merry.

Kepala Kesehatan Sumbar itu mengimbau warga di 19 kabupaten dan kota di daerah ini agar peduli pada masa depan anak. Pemberian vaksin untuk campak dan rubella itu dilaksanakan mulai Agustus sampai September 2018, khusus untuk warga di luar pulau Jawa. Dikatakan, pulau Jawa sudah melaksanakan tahun 2017.

Banyak video yang beredar di media sosial yang menunjukkan anak-anak sekolah dasar sedang diimmunisasi dengan cara suntik (injeksi) di lengan. Itu kegiatan yang sudah berjalan di pulau Jawa. Menurut Dr Merry, immunisasi sekarang tidak lagi dengan obat tetes di lidah seperti masa lalu, sekarang langsung disuntikan di bagian lengan atas karena lebih baik dan efektif dari pada dengan obat tetes.

Kepada awak media, Kepala Dinas Kesehatan berharap, dapat menjadi corong penyampai informasi kepada seluruh masarakat terutama para orangtua agar membawa anaknya ke puskesmas dan lokasi tempat dilaksanakan immunisasi pada bulan Agustus dan September nanti.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Barat, Heranof Firdaus 
menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan dan perwakilan Unicef, yang menggandeng seluruh media di sumbar ini untuk ikut mensosialisaikan immunisasi campak dan rubella ini.

Sementara  itu utusan Unicef, Hari Rukmantara, melalui kerjasama dengan pemerintah yang melibatkan Dinas Kesehatan di seluruh Indonesia, ditargetkan pada tahun 2020 Indonesia bebas campak dan rubella bisa dikendalikan.

Dikatakan, pihaknya sudah memiliki data per kabupaten kota di Sumatera Barat. Anak-anak usia 9 bulan hingga 15 tahun yang membutuhkan immunisasi terbanyak di kota Padang, 227 ribu 851 anak dan paling sedikit di kota Padangpanjang, 15 ribu 70 orang.

 

(Boing)

Share Berita :