01 Februari 2018 16:58:15 WIB

PEMERIKSAAN JANTUNG, GULA DARAH , KOLESTEROL

Biasanya dalam tes darah yang baku, termasuk juga tes gula darah, namun tidak mengukur tingkat lemak dalam darah.

Orang yang menggunakan terapi anti-retroviral (ART) disarankan untuk memeriksakan lemak dan gula dalam darahnya secara intensif karena terapi tersebut bisa mengakibatkan adanya pengingkatan gula darah dan lemak darah yang tinggi.

Gula Darah

Kondisi gula darah di dalam tubuh akan meningkat biasanya setelah Anda mengonsumsi makanan. Tingkat glukosa yang tinggi atau hiperglikemia dapat mengindikasikan penyakit diabetes melitus.

Kondisi gula darah yang tinggi lambat laun akan merusak saraf, ginjal, jantung, dan juga mata. Sedangkan gula darah yang rendah atau sering disebut dengan hipoglikemia sering menyebabkan kelelahan.

Dalam kasus orang yang mengalami gula darah yang tinggi bisa berarti bahwa di dalam pankreasnya tidak memproduksi insulin secara cukup. Bisa juga terjadi apa yang disebut resistensi insulin atau orang yang memiliki cukup insulin namun tubuhnya tak mampu menanggapinya secara normal. Keadaan tersebut akan menyebabkan sel tidak memperoleh gula yang cukup untuk dijadikan tenaga sehingga glukosa menumpuk di dalam darah.

Ada beberapa cara untuk mengukur tingkat gula darah yakni tes gula darah sewaktu-waktu yang dilakukan kapan saja, tanpa memperhatikan waktu makan dan tes gula darah puasa dimana contoh darah dalam tes ini diambil ketika perut dalam keadaan kosong karena berpuasa.

Kadar normal gula darah orang yang berpuasa ialah 65-110 mg/dl. Cara lain, tes toleransi glukosa yang dimulai dengan tes gula darah puasa. Kemudian orang yang dites tersebut diberikan minuman manis yang mengandung gula dengan ukuran tertentu. Tingkat gula darah lalu diukur dengan memakai beberapa contoh darah yang diambil pada jangka waktu yang tertentu.

Di Indonesia sendiri, tes yang kerap dilakukan ialah tes gula darah setelah makan. Juga dimulai dengan tes gula darah puasa, kemudian kita diminta untuk makan seperti biasa dan darah kita akan diperiksa lagi dua jam kemudian.

Lemak Darah

Lemak merupakan salah satu sumber tenaga. Lemak digunakan untuk membuat hormon dan dinding sel, melumasi beberapa bagian tubuh yang bergerak, pun melindungi organ. Namun, terlalu banyak kandungan lemak di dalam darah akan meningkatkan resiko penyakit jantung atau pankreatis.

Mayoritas lemak yang terdapat di dalam tubuh berbentuk trigliserida. Supaya bisa diangkut oleh darah, lemak dibungkus molekul protein. Dan kumpulan lemak yang terbungkus protein ini disebut dengan lipoprotein.  

Lipoprotein yang lebih besar disebut dengan lipoprotein kepekaan tinggi atau HDL yang sering dianggap sebagai lipoprotein baik karena berperan dalam mengeluarkan lemak dari pembuluh darah dan mengembalikannya ke hati untuk diproses lagi. Dan tingkat HDL yang tinggi dapat melindungi dari penyakit jantung. Lemak darah diukur dalam mg/dL.

Mengukur Trigliserida

Kadar trigliserida di dalam tubuh akan melonjak pasca kita makan. Makanya untuk menjalani tes tersebut Anda harus berpuasa sebelumnya selama 8 jam. Adapun tingkat trigliserida dibawah 200 mg/dL dianggap normal. Dan tingkat gliserida diatas 1.000 mg/dL dapat menyebabkan pancreatitis.

Mengukur Tingkat Kolesterol

Dalam kolesterol total didalamnya telah mencakup LDL dan HDL. Kondisi kolesterol total ini tidak memiliki perubahan signifikan pasca makan sekalipun, makanya darah untuk melakukan tes kolesterol ini bisa diambil kapanpun. Tingkat kolesterol total dibawah 200 mg/dL dianggap baik dan di atas 240 mg/dL dianggap buruk.

HDL dapat diukur pada contoh darah yang diambil tanpa puasa. Semakin tinggi tingkat HDL dalam darah akan semakin baik. Dan LDL dihitung memakai rumusan yang mencakup tingkat trigliserida.

Contoh darah yang diambil setelah puasa dipakai untuk mengukur tingkat trigliserida atau untuk menghitung kolesterol LDL. Tingkat LDL di bawah 100mg/dL dianggap baik, sedangkan bila di atas 160mg/ dL menunjukkan resiko tinggi terhadap penyakit jantung.

Share Berita :